SEOContest2008 - Support Page

March 28th, 2008 by pointgroup

SEOCOntest2008 is a world SEO competition. Until this day, there’s 131 contestant on the board. All of them try to win the Google SERP for keyphrase seocontest2008.

We realized if we can not go further, to get the big 3 position on the competition. But we still try to get the best positions, at least we listed on top ten.

Mari mengenang kenangan yang sudah lalu…

April 26th, 2006 by pointgroup

Palz…
Aq baru nemu tadi siang album photo yang sudah lama banget.. trus aq buka2.. dan liat foto2 ku waktu masih kecil… ternyata lucu banget aq waktu kecil ya?? kekekkee… check it out..

http://pointgroup.blogs.friendster.com/photos/my_history_photo/dexno_lucu1.html
http://pointgroup.blogs.friendster.com/photos/my_history_photo/dexno_lucu2.html
http://pointgroup.blogs.friendster.com/photos/my_history_photo/dexno_lucu3.html
http://pointgroup.blogs.friendster.com/photos/my_history_photo/dexno_lucu4.html

Rasanya pengen kembali ke masa saat itu.. kayaknya gk ada beban gt… tiap hari bermain..  sedangkan sekarang? mesti cari "sesuatu" yang memungkinkan kita bisa tetap bertahan hidup.. ehek.. ehek.. ehek..

Yahh emang begitu kali yang namanya hidup ya…

Salam..

Puisi buat Bang Roma - Suara Hati Anak Pantai Bali

April 26th, 2006 by pointgroup

>From: Arthur Renaldy <arthur@…>
>Subject: [Fwd: (Fwd) Puisi buat Bang Rhoma - Suara Hati Anak Pantai di
>Bali]
>
>"Suara Hati Anak Pantai di Bali"
>
>Bang Rhoma yang saya hormati…
>Jangan salahkan turis pakai bikini
>Mereka mencari matahari
>Di pantai kebanggaan negeri ini
>Untuk itu tolong pahami
>Tak mungkin berjemur pakai dasi
>
>Bang Rhoma yang saya hormati…
>Mulailah introspeksi diri
>Kelak kau temukan kebenaran sejati
>Jangan banyak teori
>Apalagi merasa suci
>Engkau sendiri berpoligami
>
>Kami anak pantai
>Terbiasa dengan pemandangan begini
>Biar pun rambut warna-warni
>Kami masih punya nurani
>Tak pernah ada syahwat menari
>
>Bang Rhoma yang saya hormati…
>Silahkan engkau datang kemari
>Nikmati alam anugerah ilahi
>Kami sambut dengan suka hati
>Surfing pun kami ajari
>Meluncur di atas ombak tinggi
>Akan tetapi…
>Jangan engkau pelototi
>Kalau ada bodi seksi
>Apalagi sampai birahi
>
>Bang Rhoma yang saya hormati…
>Mereka jangan dicaci maki
>Apalagi dituduh pornografi
>Semua itu keindahan tubuh yang alami
>Dari negeri Sakura sampai Chili
>Semua ada disini
>
>Biarkan semua bangsa berbaur dalam damai
>Mereka tidak cari sensasi
>Tapi menghilangkan kepenatan sehari-hari
>Jangan fanatik budaya Arab Saudi
>Ingat budaya Indonesia asli
>Sensual tapi penuh arti
>Jika kau paksa terapkan di Bali
>Semua itu akan jadi basi
>
>Bang Rhoma yang saya hormati…
>Jika engkau sudah datang kemari
>Satu hal yang saya peringati
>Meski ada turis cantik sekali
>Jangan kau jadikan istri
>
>Salam damai dari kami

Ingin lebih tahu tentang “Leak” ??

April 24th, 2006 by pointgroup

: OM Swastyastu..
: Pinih ajeng ring pare penglingsir, Surryan titiang, Gustin titiang,
: Sareng sami, pingkalih majeng ring semeton sareng sami, dumigi Hyang
: Widhi micayang warenugraha asih ring pare semeton sareng sami.
:
: Kepada tiga guru leak saya, terimakasih atas pengajarannya, dan
: maafkan saya telah mengungkit-ngungkit masalah "rahasia jnana".
:
:
:
: …LEAK…
:
:
: Kata leak sudah mendarah daging di benak masyarakat hindu di Bali
: atau asal Bali yang tinggal di perantauan sebab kata-kata ini sangat
: sering kita dengar dan membuat bulu kuduk merinding atau hanya
: sekedar ga berani keluar malam gara-gara kata "leak" ini.
:
: Begitu juga keributan sering terjadi antar tetangga gara-gara seorang
: nenek di sebelah rumah di tuduh bisa ngeleak.ironisnya lagi yang
: menyebut si A atau B bisa ngeleak adalah sekelas balian sonteng, dan
: sebangsanya.
:
: Bahkan bayi menangis tengah malam, yang mungkin kedinginan atau perut
: kembung yang tidak di ketahui oleh ibunya, juga tuduhannya
: pasti "amah leak" apalagi kalau yang bilang balian sakti, wah.pasti
: tokcer..
:
: Sedemikian parahkah, atau sangat saktikah leak tersebut, dan kalau
: saya Tanya kepada pembaca semua pernahkah melihat leak, atau paling
: tidak mayat leak.paling yang ada mayat manusia.
:
: Apakah hal itu tidak lebih sebuah anggapan yang perlu di telusuri
: kebenarannya, sebab arti kata leak itu sendiripun kita jarang yang
: tahu.
: Asumsi kita tentang leak paling-paling rambut putih dan panjang, gigi
: bertaring, mata melotot, dan identik dengan wajah seram..
: Hal inilah yang membuat kita semakin tajam mengkritik leak dengan
: segala sumpah serapah, atau hanya sekedar berpaling muka bila ketemu
: dengan orang yang bisa ngeleak.
: Pada dasarnya ilmu leak adalah ilmu kerohanian yang bertujuan untuk
: mencari pencerahan lewat aksara suci. Dalam aksara Bali tidak ada
: yang di sebut dengan leak, yang ada adalah " LIYA, AK yang berarti
: lina aksara ( memasukan dan mengeluarkan kekuatan aksara dalam tubuh
: melalui tata cara tertentu) Kekuatan aksara ini di sebut panca gni
: aksara, siapapun manusia yang mempelajari kerohanian merk apapun
: apabila mencapai puncaknya dia pasti akan mengeluarkan cahaya ( aura).
:
: Cahaya ini bisa keluar melalui lima pintu indra tubuh , telinga,
: mata, mulut, ubun-ubun, , serta kemaluan. Pada umumya cahaya itu
: keluar lewat mata dan mulut, sehingga apabila kita melihat orang
: ngelekas di kuburan atau tempat sepi, api seolah-olah membakar rambut
: orang tersebut.
:
: Pada prinsipnya ilmu leak tidak mempelajari bagaimana cara menyakiti
: seseorang, yang di pelajari adalah bagaimana dia mendapatkan sensasi
: ketika bermeditasi dalam perenungan aksara tersebut. Ketika sensasi
: itu datang, maka orang itu bisa jalan-jalan keluar tubuhnya melalui
: ngelekas atau ngerogo sukmo, kata ngelekas artinya kontraksi batin
: agar badan astral kita bisa keluar, ini pula alasannya orang ngeleak
: apabila sedang mempersiapkan puja batinnya di sebut "angeregep
: pengelekasan" Sampai disini roh kita bisa jalan-jalan dalam bentuk
: cahaya yang umum di sebut "ndihan" bola cahaya melesat dengan cepat.
:
: Ndihan ini adalah bagian dari badan astral manusia, badan ini tidak
: dibatasi oleh ruang dan waktu dan disini pelaku bisa menikmati
: keindahan malam dalam dimensi batin yang lain. Jangan salah. dalam
: dunia pengeleakan ada kode etiknya, sebab tidak semua orang bisa
: melihat ndihan, juga tidak sembarangan berani keluar dari tubuh kasar
: kalau tidak ada kepentingan mendesak.
:
: Peraturan yang lain juga ada seperti tidak boleh masuk atau dekat
: dengan orang mati, orang ngeleak hanya shopingnya di kuburan (
: pemuhunan) apabila ada mayat baru, anggota leak wajib datang ke
: kuburan untuk memberikan doa agar rohnya mendapat tempat yang baik
: sesuai karmanya, begini bunyi doanya leak memberikan berkat, ong, gni
: brahma anglebur panca maha butha, anglukat sarining merta,
: mulihankene kite ring betara guru, tumitis kita dadi manusia
: mahutama, ong rang sah, prete namah.. sambil membawa kelapa gading
: untuk di percikan sebagai tirta.
: Nah..disinilah ada perbedaan pandangan bagi orang awam di katakan
: leak kekuburun memakan mayat, atau meningkatkan ilmu.
:
: KENAPA HARUS DI KUBURAN.
:
: Paham leak adalah apapun status dirimu menjadi manusia, orang sakti,
: sarjana, kaya, miskin, akan berakhir di kuburan. Tradisi sebagian
: orang di India tidak ada tempat yang tersuci selain di kuburan,
: kenapa demikian di tempat inilah para roh berkumpul dalam pergolakan
: spirit, bagi penganut tantric bermeditasi di kuburan di sebut
: meditasi "KAVALIKA" Di Bali kuburan di katakan keramat, karena sering
: muncul hal-hal yang meyeramkan, ini di sebabkan karena kita jarang
: membuka lontar "tatwaning ulun setra" sehingga kita tidak tahu
: sebenarnya kuburan adalah tempat yang paling baik untuk bermeditasi
: dan memberikan berkat doa.
:
: Sang Buda kecapi, Mpu kuturan, Gajah Mada, Diah Nateng Dirah, Mpu
: Bradah, semua mendapat pencerahan di kuburan, di Jawa tradisi ini di
: sebut " TIRAKAT.
:
: Di Bali ada beberapa daerah yang terkesan lucu mengganggap kuburan
: adalah tempat sebel, leteh, ketika ada orang meninggal, atau ngaben,
: tidak boleh sembahhyang ke pura karena sebel, padahal.. kalau ngaben
: kita juga mengahaturkan panca sembah kepada Hyang Widi di kuburan,
: lantas dimana letak beda sebel Pura dan sebel kuburan bagi TUHAN ?
: itu hanya awig-awig manusia.
:
: Leak juga mempunyai keterbatasan tergantung dari tingkatan rohani
: yang di pelajari, ada tujuh tingkatan leak, leak barak (brahma) ini
: baru bisa mengeluarkan cahaya merah api, leak bulan, leak pemamoran,
: leak bunga, leak sari, leak cemeng rangdu, leak siwa klakah, leak
: siwa klakah inilah yang tertinggi, sebab dari ke tujuh cakranya
: mengeluarkan cahaya yang sesuai dengan kehendak batinnya.
:
: Setiap tingkat mempunyai kekuatan tertentu, disinilah penganut leak
: sering kecele, ketika emosinya labil ilmu tersebut bisa membabi buta
: atau bumerang bagi dirinya sendiri. Hal inilah membuat rusaknya nama
: perguruan, sama halnya seperti pistol salah pakai berbahaya.Makanya
: kestabilan emosi sangat penting, dan di sini sang guru sangat ketat
: sekali dalam memberikan pelajaran.
:
: BEDA PENESTIAN, PENGIWA, DAN LEAK.
:
: Selama ini leak di jadikan kambing hitam sebagai biang ketakutan
: serta sumber penyakit, atau aji ugig bagi sebagian orang. Padahal ada
: aliran yang memang spesial mempelajari ilmu hitam di
: sebut "penestian" ilmu ini memang di rancang bagaimana membikin
: celaka, sakit, dengan kekuatan batin hitam ini di sebut "
: PENGERANCAB" Adapun caranya adalah dengan memancing kesalahan orang
: lain sehingga emosi, setelah emosi barulah dia bereaksi, jadi emosi
: di jadikan pukulan balik bagi penestian.
:
: Dalam ajaran penestian menggunakan ajian-ajian tertentu, seperti aji
: gni salembang, aji dungkul, aji sirep, aji penangkeb, aji pengenduh,
: aji teluh teranjana, termasuk aji nomoto, he..he.. Aliran ini di
: sebut "pengiwa ( tangan kiri) kenapa tangan kiri, sebab setiap
: menarik kekuatan selalu memasukan energy dari belahan badan kiri.
: Sedangkan ilmu leak dari tangan kanan, makanya di sebut penengen
: (tangan kanan).
:
: Pengwia banyak menggunakan rajah-rajah ( tulisan mistik) juga dia
: pintar membuat sakit dari jarak jauh, dan di jamin tidak bisa di
: rontgen dan di lab, dan yang paling canggih adalah cetik ( racun
: mistik). Dan aliran ini bertentangan dengan pengeleakan, apabila
: perang beginilah bunyi mantranya, ong siwa gandu angimpus leak, siwa
: sumedang anundung leak, mapan aku mapawakan segara gni..bla..bla.
:
: Jadi kesimpulannya adalah leak tidak perlu di takuti, tidak ada leak
: yang menyakiti, takutlah terhadap pikiran picik, dengki, sombong,
: pada diri kita sebab itu sumber pengiwa dalam tubuh kita. Bila tidak
: di antisipasi tekanan darah jadi naik, dan penyakit tiga S akan kita
: dapat, Stres, Stroke, Setra.
:
: Pada hakekatnya tidak ada ilmu putih dan hitam semua itu hati yang
: bicara, boleh jadi dasar ilmu yang di anut hitam, namun di gunakan
: untuk kebaikan, dan sangat tercela dasar ilmu putih kita gunakan
: untuk kejahatan.
:
: Sama halnya seperti hipnotis, bagi psikiater ilmu ini untuk
: penyembuhan, tapi bagi penjahat ilmu ini untuk mengelabui serta
: menipu seseorang, tinggal kebijaksanaan kita yang berperan. Pintar,
: sakti, penting namun..ada yang lebih penting adalah kebijaksanaan
: akan membawa kita berpikir luas, dari pada mengumpat serta takut pada
: leak yang belum tentu kita ketemu tiap hari.
:
: ….SEDIKIT INFO.
:
: Sepulangnya saya dari India, saya memang serius dalam mempelajari
: Ilmu Pengeleakan, bukan ilmu merubah wujud, kekuatan batin kitalah
: yang menyebabkan orang melihat kita jadi berubah..( hipnotis tranfer)
: selama kurang lebih satu setengah tahun.
:
: Saya belajar dengan tiga guru, dari bangli dan karangasem, tujuan
: utama saya hanya ingin tahu apa sich..ilmu leak kok jadi momok
: banget. Bahkan sekarang ini justru saya banyak mendapat kiriman
: lontar dari Belanda tentang ilmu yang satu ini. Pada tahun 2002 bulan
: agustus saya pernah mengadakan seminar tentang leak di Denpasar dalam
: tema " Fenomena leak" Tahun 2002 bulan maret, pentas ngeleak di art
: center, Bangli, nusa penida.
:
: Tahun 2003 bulan juni, di undang ke Jogya ikut Parade paranormal,
: dalam tema "mistik Indonesia" Dan tahun 2004 saya mencoba "ngelekas"
: di kuburan KELAPA DUA di Jakarta, makna kajang untuk upacara ngaben,
: namun..hampir mati untung ada teman baik yang menolong.
:
: Satu hal yang saya tekankan disini adalah saya bukan manusia pembawa
: kebenaran, tapi pencari kebenaran, rekan-rekan disinilah sumber
: kebenaran itu, yang kelak bisa saya jadikan acuan dan panutan. Tidak
: ada maksud sombong di sini, sebab saya tidak akan pernah tahu kapan
: saya mati, saya termasuk orang "buduh" buduh dengan kebenaran.
:
: Sehingga dengan demikian bila ada maksud dan tujuan saya yang salah
: mohon di maafkan, kritik dan saran sejelek apapun saya terima sebab
: disanalah sumber kebenaran itu, hanya perbedaan dan perubahan yang
: abadi.
:
: Semoga semua mahkluk berbahagia.
:
: OM Santi Santi Santi Om.

(Sumber : Buku )

Thecrims udah komersial.. hiks..

February 25th, 2006 by pointgroup

Palz….

Ada yang pernah main thecrims.com ? itu game strategi berbasis web, simulasi dari kehidupan penjahat/kriminal.

"The Crims berawal di CrimCity - sebuah kota metropolitan untuk preman,
berandalan, dan kriminal. Kau punya waktu yang terbatas untuk
mengumpulkan ‘kehormatan’ sebanyak mungkin. Yang memiliki ‘kehormatan’
tertinggi di akhir permainan ini menang!"

Akan tetapi setelah ronde ke 9 berakhir, tiba2 sekarang di thecrims ada peraturan baru.. dimana yang bisa login ke server mereka hanyalah maksimal 10,000 pemain.. Hikz.. sedi banget kan?? klo lebih dari itu, kita bisa masuk/login asalkan kita mempunyai credit dan untuk bisa mempunyai credit tersebut kita harus membelinya.. dan apesnya lagi.. kita dari indonesia tidak bisa membeli credit tsb.. damm…

Jarang2 banget ada game simulasi yang bagus seperti ini.. ada terjemahan ke bahasa indonesianya lagi.. Padahal gw udah banyak punya aset disana seperti ‘Rumah Lonte, Ladang Ganja, Pabrik LSD, Pabrik Kokain, Lonte, serta 2 buah cafe dan diskotik’ Hikzzz….. Bayangin berapa aset gw udah terlantarkan.. berapa duit udah di hasilkan.. Moga2 sih malam ini gw bisa masuk..

-iam out-

It’s hard to start..

February 24th, 2006 by pointgroup

Palz…
Udah tiga hari ini gw lg coba quit to smoking.. berattt.. banget rasanya…
setiap lihat orang lagi ngerokok jadi pengen ngambil aja rokok di tanganya.. atau klo ada bungkus rokok punya temen, jadi pengen minta aja tuh rokok.. hehehhehe…
Tapi gw yakin klo gw terus lakukan ini, kebiasaan ngerokok itu pasti lambat laun akan hilang.. karena ngerokok itu menurut gw adalah suatu kebiasaan.. Sama seperti pada saat kita memulai mengayuh sepeda, pasti agak keras pada awalnya, akan tetapi lambat laun tenaga yang dikeluarkan untuk mengayuh sepeda akan berkurang.. karena sepeda sudah mulai jalan.. jadi kayuhan akan terasa lebih ringan..

-iam out-

Man with full of idea…

February 23rd, 2006 by pointgroup

Palzz…

Kenapa ya gw akhir2 ini banyak banget punya idea2, planning2 tapi gak semuanya bisa dilaksanakan… mungkin gara2 terlalu banyak mikir planning2 yang ada jadi akhirnya males ngerjain semuanya… hehhehe…

Gw butuh penyaluran ide2  nihhhhhhhhhhhhhhhhhh…… penuh neh otak with many idea.. hikz..

Afermasi terbaru q…

February 22nd, 2006 by pointgroup

palz..

Mulai dari tanggal 22 Feb 2006, gw berniat untuk melakukan afermasi pada diri sendiri lagi.. yaitu adalah "STOP SMOKING" . Entah motivasi gw di balik "insiden" ini apa tapi yang pasti gw ingin berhenti merokok. Harus bisa dan pasti bisa.
U know what? i have few planning in my life, and i don’t want cigarrete makes my planning disapear. Dalam artian, gw tidak maw rencana2 yang sudah gw pikirkan untuk masa depan gw menjadi terganggu gara2 rokok terutama di masalah keuangan.. :P

Gw tau melakukan ini sangatlah berat bagaikan membalikkan Buldozer, tapi kalau dari diri kita sendiri yang tidak membantu untuk "membalikkan" Buldozer itu gw yakin tidak akan pernah berhasil.

Semoga dengan ini gw bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik tanpa campur tangan nikotin dalam tubuh gw. setidakknya gw ingin menghilangkan salah satu dari beberapa racun dalam tubuh yang masuk ke dalam raga kita setiap harinya. :)

So, buat teman-teman semuanya yang ingin bergabung dengan gw..
"Jangan ragu-ragu lagi!!" Tetapkan hati, tetapkan pikiran, berusaha, dan jadilah pemenang!! Selamat berjuang bersama-sama….

-iam out-

Watzz zuppp

February 21st, 2006 by pointgroup

hi2x….
watzz zupp guys and galz? dah lama neh gk isi blog gw…
biz gw skarang lg di serang penyakit sok sibuk seh… jadi kadang2 lupa buat blogging… But any way.. iam back again dude..

-iam out-

CHITOSAN” BAHAN ALAMI PENGGANTI FORMALIN

January 8th, 2006 by pointgroup

Dalam sebulan terakhir ini, hampir semua masyarakat di Indonesia
mengalami rasa was-was untuk mengkonsumsi makanan, khususnya makanan
basah seperti mie, baso dan kemudian bertambah luas kekhawatiran itu,
yakni takut mengonsumsi ikan segar dan ikan yang diasinkan.

Padahal, ikan segar maupun yang diasinkan, selama ini merupakan sumber
protein yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Namun, ketika "hantaman"
isu formalin menguat, maka ketakutan pun menebar di seantero Nusantara.

Apa penyebabnya? Telah sama-sama diketahui bahwa sejumlah makanan
tersebut terdapat kandungan bahan berbahaya (racun) yang kemudian
diketahui luas sebagai formalin.

Para ahli menegaskan bahwa formalin adalah sama sekali bukan bahan
pengawet pada makanan, dan justru mengandung racun yang berbahaya bagi
yang mengkonsumsinya, baik dalam jumlah sedikit, apalagi banyak.

Namun, di tengah-tengah "geger" mengenai formalin itu, di mana kini
otoritas pemerintah mulai menata kembali hal-ikhwal mengenai tata-niaga
dan semacamnya, ternyata para ilmuwan dari Departemen Teknologi Hasil
Perairan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian
Bogor (FPIK-IPB), telah melakukan riset dan menemukan bahan alami
pengganti formalin, khususnya pada produk-produk perikanan, seperti
ikan asin.

"Departemen THP FPIK-IPB secara intensif telah melakukan riset bahan
aktif untuk aplikasi produk-produk perairan guna menggantikan
bahan-bahan kimia seperti formalin, klorin dan sianida. Salah satu
produk tersebut adalah chitosan," kata Dr Ir Linawati Hardjito, Ketua Departemen THP FPIK-IPB, ketika memaparkan temuan riset tersebut di Bogor, Jumat (6/1).

Ia menjelaskan, chitosan merupakan produk turunan dari polimer chitin,
yakni produk samping (limbah) dari pengolahan industri perikanan,
khususnya udang dan rajungan. Limbah kepala udang mencapai 35-50 persen
dari total berat udang.

Kadar chitin dalam berat udang, katanya, berkisar antara 60-70 persen dan bila diproses menjadi chitosan menghasilkan yield 15-20 persen. Chitosan, mempunyai bentuk mirip dengan selulosa, dan bedanya terletak pada gugus rantai C-2.

Proses utama dalam pembuatan chitosan, katanya, meliputi penghilangan protein dan kendungan mineral melalui proses kimiawi yang disebut deproteinasi dan demineralisasi yang masing-masing dilakukan dengan menggunakan larutan basa dan asam.

Selanjutnya, chitosan diperoleh melalui proses deasetilasi dengan cara memanaskan dalam larutan basa.

Karakteristik fisiko-kimia chitosan
berwarna putih dan berbentuk kristal, dapat larut dalam larutan asam
organik, tetapi tidak larut dalam pelarut organik lainnya. Pelarut chitosan yang baik adalah asam asetat.

Ia mengemukakan, chitosan
sedikit mudah larut dalam air dan mempunyai muatan positif yang kuat,
yang dapat mengikat muatan negatif dari senyawa lain, serta mudah
mengalami degradasi secara biologis dan tidak beracun.

Diungkapkan oleh Linawati Hardjito bahwa Departemen THP FPKI-IPB telah melakukan uji aplikasi chitosan pada beberapa produk ikan asin seperti, jambal roti, teri dan cumi.

Dalam uji-riset yang dilakukan, chitosan
pada berbagai konsentrasi dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan
asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan.

Beberapa indikator parameter daya awet hasil pengujian antara lain
pertama, pada ekeefktifan dalam mengurangi jumlah lalat yang hinggap,
dimana pada konsentrasi chitosan 1,5 persen, dapat mengurangi jumlah lalat secara signifikan.

Kedua, pada keunggulan dalam uji muu hedonik penampakan dan rasa, dimana hasil riset menunjukkan penampakan ikan asin dengan coating chitosan lebih baik bila dibandingkan dengan ikan asin kontrol (tanpa formalin dan chitosan) dan ikan asin dengan formalin.

"Coating chitosan
pada ikan cucut asin memberikan rasa yang lebih baik dibanding dengan
kontrol (tanpa formalin dan chitosan) dan pelakuan formalin pada
penyimpanan minggu ke delapan," katanya.

Indikator ketiga, adalah pada keefektifan dalam menghambat pertumbuhan
bakteri, dimana nilai TPC (bakteri) sampai pada minggi kedelapan
perlakuan, pelapisan chitosan masih sesuai dengan SNI (Standar Nasional Indonesia) ikan asin, yakni dibawah 1 x 10 pangkat lima (100 ribu koloni per gram).

"Kemampuan dalam menekan pertumbuhan bakteri disebabkan chitosan memiliki polikation
bermuatan positif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan
kapang," katanya merujuk riset (Allan dan Hadwiger, 1979 dalam El
Grauth et al., 1991).

Hal itulah yang menyebabkan daya simpan ikan asin yang diberikan perlakuan chitosan bisa bertahan sampai tiga bulan dibanding dengan ikan asin dengan penggaraman biasa yang hanya bisa bertahan sampai dua bulan.

Sedangkan indikator terakhir atau keempat, yakni pada kadar air, di mana perlakuan dengan pelapisan chitosan sampai delapan minggu menunjukkan kemampuan chitosan
dalam mengikat air, karena sifat hidrofobik, sehingga dengan sifat ini
akan menjadi daya tarik para pengolah ikan asin dalam aspek ekonomis.

Ia juga menjelaskan bahwa para pengolah ikan asin tertarik dengan
perlakuan formalin karena dengan penambahan bahan ini, maka susut berat
dalam pengeringan hanya kecil yakni sekitar 20 persen, sedangkan dengan
penggaraman biasa susut berat setelah pengeringan cukup besar, yaitu
40-50 persen, sehingga hal itulah yang tidak menjadi daya tarik oleh
para pengolah ikan.

Kini, untuk terus memantapkan risetnya sehingga bisa dihasilkan menjadi
produk yang bisa diakses semua kalangan, khususnya pengolahan ikan,
Depertemen PHT FPIK-IPB melakukan riset lanjutan dengan menetapkan satu
kawasan yakni di Muara Angke, Jakarta.

Bukan pengawet

Sementara itu, pakar Mikrobiologi Pangan dari Departemen Ilmu dan
Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), IPB)Dr Ir
Ratih Dewanti, menegaskan bahwa formalin, yang sehari-hari lazim
digunakan untuk mengawetkan jenazah di kamar-kamar mayat rumah sakit,
sama sekali bukan bahan pengawet untuk pangan.

"Formalin itu bukan pengawet pangan, namun itu merupakan antiseptik
mikroba yang hanya digunakan pabrik dalam pengolahan produk non-pangan
seperti plastik dan sebagainya. Dan Formalin sendiri sama sekali tidak
boleh dipakai dalam pangan," katanya.

Dengan pemahaman bahwa formalin sama sekali tidak bisa difungsikan
sebagai bahan pengawet makanan –karena mengandung racun–akibatnya
jika digunakan pada pangan, dan dikonsumsi oleh manusia akan
menyebabkan beberapa penyakit diantaranya tenggorokan terasa panas, dan
juga kanker yang pada akhirnya akan mempengaruhi organ tubuh lainnya,
serta gejala lainnya.

Ia mengatakan, sebenarnya ada alternatif lain yang dapat dilakukan oleh
para pelaku usaha atau pembuat makanan dalam mengawetkan makanan, yaitu
dengan menggunakan pengawet legal dengan dosis yang telah ditentukan,
misalnya zat asam.

"Atau ada perlakukan khusus terhadap proses pengolahan makanannya," katanya.

Di antaranya, yaitu dengan mengadakan penyuluhan kepada produsen untuk
menerapkan program sanitasi dan praktik produksi yang baik, kemudian
menggunakan teknologi dalam menekan pertumbhan mikroba dengan cara
aplikasi teknologi pendinginan di seluruh mata rantai (cold chain).

Hanya saja, menurut Ratih Dewanti, perlu diingat pula bahwa penyimpanan
dingin tidak akan memberikan perpanjangan waktu simpan sangat banyak,
mengingat produk basah –seperti salah satunya mi basah yang tinggi
kandungan airnya–apalagi bila jumlah mikroba awalnya sudah tinggi.

Kemudian, kata dia, dalam alternatif pengawetan ini juga dapat
mengaplikasikan formula pengawet yang diijinkan yang dibuat dari BTP
(Bahan Tambahan Pangan) untuk menghambat mikroba.

Selain itu, pengawetan juga bisa dilakukan mengaplikasikan teknologi
lainnya seperti pemanasan, pengemasan atau kombinasinya untuk
menginaktifkan mikroorganisme pembusukan dalam produk makanan basah
itu.

Mengenai ciri-ciri fisik yang dapat diamati pada produk-produk makanan
yang mengandung formalin, dijelaskan bahwa terutama pada produk basah,
bisa dilakukan yaitu dengan melihat bentuk fisik kaku, dan bila
formalinnya yang terkandung banyak, maka akan memiliki bau yang begitu
menyengat.

Namun ciri-ciri fisik itu tidak akan terdeteksi bila kandungan formalin
yang terdapat dalam makanan itu memiliki dosis yang rendah.

"Untuk permasalahan ini, kita memerlukan uji laboratorium, karena
secara fisik tidak dapat dirasakan dengan panca indera," katanya.(*)

(Sumber: http://www.antara.co.id/seenws/?id=25878 )